Berita

Login Form



1.200 partisipan termasuk 49 pejabat setingkat Menteri,Akan hadir Ke Indonesia.

Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, akan secara resmi membuka Konferensi pada 23 Oktober 2012, yang diselenggarakan bersama oleh UN Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Margareta Wahlstrom, Kepala dari UNISDR, mengatakan Konferensi tersebut akan membahas bagaimana meningkatkan aksi di tingkat local dan mendiskusikan persetujuan Kerangka Aksi Hyogo atau Hyogo Framework for Action 2005-2015.“Konferensi ini adalah sebuah kesempatan membuat sumbangan yang penting/berarti untuk pengembangan kerangka pengurangan risiko bencana pasca-2015 dan memastikan bahwa selama kita terus melaksanakan HFA kita memiliki dampak yang nyata dalam mengurangi kerugian dan membangun ketangguhan menghadapi bencana di tingkat daerah.”Kata Margareta dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan. Jakarta, Jumat.(19/10).

Menurutnya Banyak dari semangat dan inspirasi untuk persetujuan pengurangan risiko bencana yang pertama kali di dunia diterima secara universal--Kerangka Aksi Hyogo--berasal dari Asia. Persetujuan tersebut ditanda-tangani, diperdebatkan, dan disetujui sebagai tanggapan dari pengalaman tragis dari tsunami Asia.

"semuanya masih berjuang dengan kerugian ekonomi dan dampak pada lapangan pekerjaan, perumahan dan tempat tinggal, industri, pendidikan dan kesehatan. Kemajuan yang nyata dalam penurunan angka kemiskinan tergantung pada pembangunan ketangguhan menghadapi bencana.” Ujarnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Konferensi Tingkat Menteri se-Asia yang kelima ini akan membahas tiga tema utama dan juga menggelar Festival Film Asia di Konferensi Tingkat Menteri se-Asia untuk Pengurangan Risiko Bencana yang Kelima (Fifth Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction—AMCDRR), 22-25 Oktober 2012 di Yogyakarta, Indonesia.

"Lebih dari 1.200 partisipan termasuk 49 pejabat setingkat Menteri dan delegasi tingkat tinggi se-Asia untuk Pengurangan Risiko Bencana Selain itu BNPB bersama UN Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR) akan menggelar kompetisi film yang sebagian besar diproduksi oleh beberapa LSM di Asia dan beberapa organisasi penanggulangan bencana.


Menurutnya Konferensi Tingkat Menteri se-Asia yang kelima ini akan membahas tiga tema utama: mengintegrasikan pengurangan risiko bencana di tingkat lokal dan mengadaptasikan perubahan iklim ke rencana pembangunan nasional; mengkaji risiko di daerah dan pembiayaan; dan memperkuat tata kelola risiko daerah dan kemitraan.

Untuk diketahui Tahun lalu, negara-negara Asia mendominasi daftar negara-negara yang terkena dampak bencana paling tinggi di dunia. Dari total 302 bencana besar, 137 bencana terjadi di Asia dan mengakibatkan kerugian ekonomi lebih dari 294 milyar dolar AS dari total estimasi 366 milyar dolar AS. Peristiwa banjir yang luas telah mengganggu penghidupan jutaan penduduk, terutama di Thailand, Filipina, Pakistan, dan Cina.



AddThis Social Bookmark Button

Add comment

Komentarilah dengan kata-kata yang baik dan sopan!!!


Security code
Refresh